Cara Membuat Magnet

Cara Membuat Magnet, Menurut asal mereka, magnet secara luas dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu magnet permanen, yang terbuat dari bahan 'keras' yang memiliki sifat feromagnetik. Kategori kedua adalah magnet yang terbuat dari bahan 'lunak'. Ini sangat tertarik pada magnet alami.  Namun, mereka bukan magnet permanen.
Kata magnet berasal dari kata Yunani magnítis líthos, yang berarti batu magnesia. Batu magnesian dan lodestone adalah dua magnet permanen alami. Saat ini, kebanyakan magnet sekarang buatan manusia.

Cara Membuat Magnet
Banyak zat yang bersifat feromagnetik (sangat tertarik pada magnet) di alam bisa diubah menjadi magnet temporer. Ada dua metode untuk membuat magnet. Teknik pertama sangat sederhana, dan membutuhkan benda yang memiliki sifat feromagnetik, dan metode kedua adalah dengan membuat elektromagnet.
Elektromagnet digunakan untuk berbagai keperluan industri. Contoh terbaik dari ini adalah derek yang digunakan di tempat penyelamatan.
Metode  1
Ini adalah teknik yang paling sederhana, dan juga yang paling nyaman untuk membuat magnet kecil sehingga tidak memiliki bidang daya tarik yang sangat besar. Yang Anda butuhkan hanyalah benda feromagnetik dan magnet permanen.
Magnet kulkas adalah pilihan terbaik. Anda juga bisa memanfaatkan yang permanen dari toko lokal manapun. Untuk menguji apakah magnet baru Anda bekerja atau tidak, jaga agar beberapa pin ringan praktis.
Letakkan kertas pada permukaan yang datar, dan simpan benda feromagnetik di atasnya. Lalu, gosokkan magnet permanen ke permukaan benda. Pastikan bahwa Anda tidak menggosoknya pada objek dalam gerakan maju mundur.
Hal ini juga diperlukan untuk mengangkat magnet dari permukaan benda, setelah setiap gesekan atau lari. Kemudian, geseknya lagi dengan gerakan yang sama seperti sebelumnya, dan terus lakukan ini setidaknya 50 kali.
Pasang pin pada selembar kertas lain, lalu biarkan magnet baru Anda melayang di atas pin sejenak. Jika proses menggesekkan magnet permanen di atas benda feromagnetik telah dilakukan dengan benar, maka pin akan tertarik ke magnet Anda, dan akan menempel padanya.
Perlu dicatat bahwa sifat magnet tersebut tidak bertahan dalam waktu yang sangat lama. Jika Anda ingin meningkatkan kekuatan dan umur panjang, maka ulangi prosesnya. Semakin sering Anda menggosok kedua benda itu, semakin kuat magnet temporer Anda.
Metode 2
Metode kedua adalah proses pembuatan elektromagnet. Seseorang memerlukan zat feromagnetik (sebaiknya menggunakan kuku besi berukuran besar), kawat tembaga, dan baterai (untuk tujuan keselamatan menggunakan sel D) untuk aktivitas ini.
Pertama, koil erat kawat tembaga di sekitar kuku besi. Perhatikan bahwa Anda harus menggulung kawat setidaknya 10 kali di sekitar kuku. Sebaiknya, tutup porsi sebanyak mungkin dengan melingkar. Buatlah titik bahwa Anda meninggalkan ujung kabel tembaga bebas.
Sambungkan ujung bawah kawat tembaga ke titik negatif baterai, dan hubungkan ujung atas kawat tembaga ke titik positif baterai. Magnet ini juga bekerja untuk beberapa saat setelah diputuskan dari baterai. Uji dengan menggunakan beberapa pin ringan.
Berbagai sumber


Comments